Sistem Hormon pada Manusia

A. PENGERTIAN HORMON 

Hormon merupakan senyawa kimia, berupa protein yang mempunyai fungsi untuk memacu atau menggiatkan proses metabolisme tubuh. Dengan adanya hormon dalam tubuh maka organ akan berfungsi menjadi lebih baik. 

Berdasarkan strukturnya: 

  • Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituitari) 
  • Kelenjar epifisis 
  • Kelenjar tiroid (kelenjar gondok) 
  • Kelenjar paratiroid (kelenjar anak gondok) 
  • Kelenjar timus (kelenjar kacang) 
  • Kelenjar adrenal (kelenjar anak ginjal). 
  • Kelenjar langerhans (pankreas). 
  • Kelenjar Usus dan lambung 
  • Kelenjar kelamin (gonal): 
    a. Ovarium di rongga perut. 
    b. Testis di rongga perut bawah. 

B. STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM HORMON PADA MANUSIA 

1. Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituitari) 

Kelenjar Hipofisis terletak di dalam tulang sela tursika dibagian tengah tulang baji, yang berdiameter sekitar 1 cm dan terdiri dari :

1) Hipofisis Lobus anterior , hormon yg dihasilkan: 

a. Tirotrofin, berfungsi: merangsang tiroid. 

b. Kortikotrofon, berfungsi: merangsang kelenjar anak ginjal. 

c. Gonadotrofin terbagi menjadi dua, yaitu Hormon Perangsang Folikel merangsang pertumbuhan folikel dan ovarium (pada wanita) dan merangsang pertumbuhan pembentukkan sperma (pada pria).Sedangkan Hormon Peluteiman berfunfgsi merangsang ovulasi dan korpus untuk menghasilakan progesteron dan estrogen (pada wanita) dan merangsang sel interstital dalam testis (pada pria). 

2) Hipofisis Lobus Posterior, hormon yang dihaslkan: 

a. Vasopresin, berfungsi mengatur kadar air dlm tubuh dan darah melalui penyerapan air oleh tubulos kontortus, sehingga mencegah pembentukkan urin dlm jumlah banyak. 

b. Oksitosin, berfungsi merangsang kontrasi otot polos uterus yang penting dlm proses kelahiran. 

3) Hipofisis Lobus Intermedia 

Pada manusia, hormon ini belum diketahui dengan jelas fungsinya. ( hehehe saya juga gak taju ???!!! semoga ntar bisa lakukan penelitian lanjut ^_^) 

2. Kelenjar Epifisis 

Kelenjar ini terletak di otak bagian atas. Namun, belum diketahui dengan pasti hormon yang dihasilkan dan fungsinya. 

3. Kelenjar Tiroid
 

Kelenjar ini merupakan kelenjar yang kaya akan pembuluh darah dan merupakan sepasang kelenjar yang terletak berdampingan di sekitar leher. Hormon yang di hasilkan: 

a. Tiroksin dan (T4) Triiodotironin (T3) yang berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat, memengaruhi perkembangan mental, memengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan diferensiasi sel, dan memengaruhi kegiatan sistem saraf. 

b. Calsitonin berfungsi menurunkan kadar Ca (Calsium) darah dan mengatur absorpsi kalcium oleh tulang. 

4. Kelenjar paratiroid 

Kelenjar ini merupakan kelenjar yang menempel pada kelenjar Thyroid. Setiap kelenjar Thyroid mempunyai sepasang kelenjar Parathyroid, sehingga semuanya berjumlah 4 buah kelenjar parathyroid. Hormon yang dihasilkan ialah PTH (Parathormon) yang berfungsi mengatur metabolisme kalsium dan fosfat dan mengendalikan pembentukan tulang. 

5. Kelenjar timus 

Hormon ini dihasilkan selama masa pertumbuhan sampai dengan masa pubertas, setelah melewati mas pubertas, secara perlahan hormon ini akan berkurang sedikit demi sedikit. Terletak pada tulang dada dan berfungsi mengatur proses pertumbuhan, kekebalan tubuh/imunitas setelah kelahiran dan memacu pertumbuhan dan pematangan sel limfosit yang menghasilkan lymphocyte cell/T cell. 

6. Kelenjar adrenal 

Kelenjar ini terletak di atas ginjal dan terdiri menjadi dua bagian: 

a. Bagian Korteks (luar), hormon yang dihasilkan ialah Kortison dan Deoksikortiso yang berfungsi mempengaruhi proses penyerapan. 

b. Bagian Medula (dalam), hormon yang dihasilkan ialah Adrenalin yang berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa dan menyempitkan pembuluh darah sehingga menaikkan tekanan darah. 

7. Kelenjar langerhans
 

Kelenjar ini terletak pada Pankreas, hormon yang dihasilkan Insulin yang berfungsi mengatur kadar glukosa dalam darah dan membantu pengubahan glukosa menjadi glikogen dalam hepar dan otot. Kelenjar ini juga menhasilkan Glukagon yang berfungsi meningkatkan kadar gula dalam darah dan mengubah glikogen menjadi glukosa dalam peristiwa glikolisis. 

8. Kelenjar usus dan lambung 

a. Usus, hormon yang dihasilkan ialah Sekretin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah pancreas dan Kolesistekinin yang berfungsi merangsang pengeluaran empedu. 

b. Lambung , hormon yang dihasilkan ialah Gastrin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah lambung. 

9. Kelenjar kelamin 
Kelenjar ini terdiri dari dua bagian: 

a. Kelenjar kelamin pria, terletak pada testis.Hormon yang dihasilkan ialah Testosteron yang berfungsi mengatur ciri kelamin sekunder dan mempertahankan proses spermatogenesis. 

b. Kelenjar kelamin wanita ,terletak pada ovarium. Hormon yang dihasilkan ialah Estrogen yang berfungsi memperlihatkan ciri-ciri kelamin sekunder wanita, Progesteron berfungsi mempersiapkan masa kehamilan dengan menebalkan dinding uterus dan menjaga kelenjar susu dalam menghasilkan air susu dan Relaksin yang berfungsi membantu proses persalinan dalam kontraksi otot. 

Jejak Sejarah Di Dalam Sejarah Lisan Dari Berbagai Daerah Indonesia

1. FOLKLORE

Di dalam mengungkapkan dan menyusun peristiwa sejarah, sejarawan memerlukan sumber-sumber sejarah yang layak untuk dipercaya. Sumber sejarah tersebut dapat berupa sumber benda, sumber tertulis, dan sumber lisan. Sumber-sumber sejarah harus mengalami seleksi terlebih dahulu untuk menentukan kebenarannya. Salah satu sumber sejarah yang perlu mendapat perlakuan lebih adalah sumber lisan apabila sumber benda dan sumber tertulis tidak ditemukan.

Sumber lisan sangat membantu kerja sejarawan apabila pelaku atau saksi peristiwa itu masih hidup. Namun, apabila kejadian tersebut telah berlangsung puluhan, bahkan ratusan tahun lalu, tentunya pelaku atau penyaksi peristiwa itu telah tiada.

Di sisi lain, di tengah-tengah masyarakat kadang kala muncul cerita dari mulut ke mulut yang diwariskan dari generasi ke generasi tentang suatu peristiwa. Karena ada kepentingan-kepentingan tertentu, peristiwa itu diberi tambahan beberapa cerita sehingga ketika sampai ke generasi berikutnya sudah tidak sesuai lagi. Kemungkinan lain, kejadian itu sebenarnya tidak ada, tetapi karena untuk tujuan tertentu dibuatlah cerita itu.

Di tengah-tengah masyarakat, cerita itu tampil dalam beberapa bentuk yang disebut folklore. Foklore berasal dari bahasa Inggris, folk dan lore. Folk artinya sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri fisik lama. Lore berarti kebudayaan yang diwariskan secara lisan atau dengan isyarat-isyarat atau alat bantu untuk mengingat kebudayaan itu. Jadi, pengertian folklore adalah adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi tidak dibukukan. Folklore ada yang berbentuk lisan dan ada pula yang berbentuk bukan lisan (kebendaan).

Ciri-ciri folklore sebagai berikut:

  1. Folklore diciptakan, disebarkan, dan diwariskan secara lisan (dari mulut ke mulut.
  2. Tersebar di wilayah daerah tertentu.
  3. Folklore terdiri atas banyak versi.
  4. Tidak diketahui penciptanya
  5. Mengandung pesan moral

Bentuk-bentuk Folklore yang berkembang di Indonesia menurut James Danandjaja, antara lain sebagai berikut.

1. Folklore Lisan

Folklore lisan adalah folklore yang berbentuk lisan murni, yaitu diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan secara lisan.\

2.Folklore sebagian lisan

Folklore sebagian lisan adalah folklore yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan bukan lisan.

3. Folklore bukan lisan

Folklore bukan lisan adalah folklore yang bentuknya bukan lisan tetapi cara pembuatannya diajarkan secara lisan.

2. Mitologi

Mitologi biasa juga dikenal dengan istilah mite atau mitos. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (2001), mite adalah cerita yang memiliki latar belakang sejarah, dipecayai oleh masyarakat sebagai cerita yang benar-benar terjadi, dianggap suci, banyak mengandung hal-hal yang gaib dan umumnya ditokohi oleh dewa atau setengah dewa.

3. Legenda

Legenda juga termasuk dalam prosa rakyat. Para pendukungnya menganggap bahwa cerita-cerita dalam legenda benar-benar terjadi. Legenda bersifat sekuler, peristiwa terjadi pada masa yang belum begitu lampau. Legenda sering dianggap sebagai sejarah suatu kolektif (folk history).

Legenda dapat digolongkan menjadi empat, yaitu legenda keagamaan, legenda dunia gaib, legenda perseorangan dan legenda daerah atau lokal. Contoh legenda keagamaan adalah kisah walisongo dan Syekh Siti Jenar. Contoh legenda dunia gaib adalah kisah tentang kerajaan Pantai Selatan (Nyi Roro Kidul). Contoh legenda perseorangan, misalnya legenda Si Pitung dari Betawi. Contoh legenda lokal, misalnya legenda asal mula kota Surayaba (sura: hiu, dan baya: buaya) atau legenda Roro Jonggrang.

4. Dongeng

Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dahulu yang aneh-aneh). Misalnya, cerita tentang para dewa. Dongeng hanya bersifat hiburan yang pada umumnya berisi pelajaran moral atau bahkan ejekan dan sindiran. Hakikat dan inti dari dongeng di setiap daerah memiliki kesamaan pesan dan pelajaran. Dongeng terbagi menjadi dua bagian, yaitu dongeng binatang (fabel) dan dongeng manusia.

Dongeng binatang adalah suatu cerita yang semua tokohnya adalah binatang. Contoh dongeng binatang yang sudah sangat dikenal di masyarakat adalah Cerita Si Kancil. Dongeng ini mengajarkan tentang tolong-menolong, penggunaan akal, dan kecerdikan. Dongeng manusia adalah cerita yang tokohnya adalah manusia atau menceritakan kehidupan manusia. Contoh dongeng manusia adalah Ande-Ande Lumut, Si Kabayan, Bawang Merah dan Bawang Putih, dan Sangkuriang.

5. Lagu

Nyanyian rakyat atau lagu-lagu daerah (folksong) merupakan folklor yang terdiri atas kata-kata dan lagu yang keduanya tidak dapat dipisahkan, sifatnya mudah berubah-ubah (dapat diolah secara professional menjadi nyanyian pop). Fungsi nyanyian rakyat, sebagai berikut:

  1. Kreatif, yaitu untuk menghilangkan kebosanan hidup sehari-hari, untuk menghibur diri, dan untuk mengiringi permainan anak-anak.
  2. Sebagai pembangkit semangat
  3. Sebagai protes sosial yaitu proses mengenai ketidakadilan dalam masyarakat atau Negara, bahkan dunia.
  4. Untuk memelihara sejarah setempat dan klan.

Menurut Brunvand, nyanyian rakyat digolongkan ke dalam tiga jenis:

  1. Nyanyian rakyat yang berfungsi
  2. Nyanyian rakyat yang bersifat liris
  3. Nyanyian rakyat yang bersifat kisah

Masyarakat Indonesia Masa Pra-Aksara Dan Aksara

Untuk lebih jelasnya bagaimana hubungan antara zaman prasejarah dan zaman sejarah, maka silahkan Anda perhatikan gambar berikut ini.

Dengan melihat gambar di atas, maka Anda tentu memahami bahwa prasejarah merupakan suatu zaman yang terjadi sebelum sejarah.

Sebenarnya ada istilah lain untuk menamakan zaman prasejarah yaitu zaman Nirleka, Nir artinya tidak ada dan leka artinya tulisan, jadi zaman Nirleka zaman tidak adanya tulisan. Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut.

 

MASYARAKAT PRA-AKSARA MEWARISKAN MASA LALUNYA

Sebuah masyarakat berusaha untuk mewariskan sejarah dan kebudayaannya untuk keturunan selanjutnya. Proses pewarisan ini dilakukan dengan berbagai cara. Bagi masyarakat praaksara, proses tersebut ditempuh dengan cara lisan atau tutur tinular. Dalam ilmu sejarah, cara lisan ini disebut oral tradition. Tradisi ini sangat berkaitan dengan adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. Pengalaman atau kebiasaan suatu masyarakat disampaikan secara lisan kepada generasi berikutnya. Upacara cara keagamaan yang turun-temurun maupun mitos tentang suatu benda merupakan bentuk dari pengalaman atau kebiasaan yang disampaikan secara lisan turun-temurun.

Sama dengan dokumen dalam masyarakat yang sudah mengenal tulisan, tradisi lisan merupakan sumber sejarah yang merekam masa lalu. Namun, nilai kesejarahan tradisi lisan barulah sebagian dari isi tradisi lisan itu. Dalam tradisi lisan, terkandung pula nilai-nilai moral, keagamaan, norma-norma, adat istiadat, cerita-cerita khayal, peribahasa, nyanyian, dan mantra. Tradisi lisan dapat menjadi sumber penulisan bagi antropolog dan sejarawan. Dalam ilmu antropologi, tradisi telah dijadikan sumber penelitian sejak awal timbulnya ilmu ini. Akan tetapi, dalam ilmu sejarah penggunaan tradisi lisan masih merupakan hal yang baru. Ilmu sejarah masih membutuhkan ilmu antropologi sebagai ilmu bantu.

 

TRADISI SEJARAH PADA MASYARAKAT PRA-AKSARA

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan berbagai tradisi seni budaya. Berbagai upacara tradisional, tradisi tutur, maupun lagu menjadi bagian dari kebudayaan tersebut. Apa saja tradisi-tradisi yang muncul, tumbuh, dan berkembang di Negara kita? Bersiaplah untuk sebuah perjalanan panjang mengelilingi Nusantara dan melihat apa saja bentuk tradisi-tradisi yang berkembang dari masa lalu.

  1. Upacara.

Jenis tradisi yang kita bahas pertama kali adalah upacara sebab upacara telah dikenal sejak lama, bahkan sejak sebelum manusia mengenal tulisan. Berbagai jenis upacara-upacara tradisional diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Diantara upacara yang sering ditemui dimasyarakat Indonesia adalah upacara membuat rumah dan upacara kematian.

Upacara membuat rumah biasa dilakukan ketika pertama kali mendirikan rumah dengan melakukan upacara dengan menggunakan sesaji yang dipercayai dapat mendukung keselamatan keluarga yang mendirikan rumah. Dalam upacara ini dapat dilihat adanya kepercayaan kepada hal-hal magis dengan adanya sesaji dalam sebuah upacara.

Upacara kematian yang sangat terenal adalah upacara penguburan mayat pada masyarakat Toraja. Upacara ini dilakukan dengan ritual-ritual yang banyak dan sangat mewah.

  1. Tutur

Masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan menggunakan berbagai cara untuk dapat berkomunikasi dengan roh. Salah satu cara yang sering digunakan adalah melalui perantara dukun. Penggunaan tutur dalam berbagai upacara atau kegiatan masyarakat dahulu hingga sekarang. Tutur dapat diartikan sebagai cara untuk berkomunikasi dengan mayarakat lain atau roh-roh tertinggi yang ada dalam kepercayaan.

  1. Syair / Lagu

Lagu atau syair lagu telah berkembang sejak dahulu dan diteruskan hingga saat ini. Nyanyian biasanya diikuti dengan penampilan penari. Dalam ritual tarian sang penari dan penyanyi syair membawa para pendengar meresapi makna kepahlawanan, pertempuran dan keagungan roh-roh yang melingkupi suku tersebut.

Sistem Saraf Pada Manusia

Sistem saraf adalah sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron. Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Jadi, iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan.
Sistem saraf termasuk sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer (sistem saraf tepi). Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dan sistem saraf perifer terdiri atas sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf mempunyai tiga fungsi utama, yaitu menerima informasi dalam bentuk rangsangan atau stimulus; memproses informasi yang diterima; serta memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan.

1. Struktur Saraf

Sistem saraf pada manusia terdiri dari sel saraf yang biasa disebut dengan neuron dan sel gilial. Neuron berfungsi sebagai alat untuk menghantarkan impuls (rangsangan) dari panca indra menuju otak dan kemudian hasil tanggapan dari otak akan dikirim menuju otot. Sedangkan sel gilial berfungsi sebagai pemberi nutrisi pada neuron.

1.1. Sel Saraf (Neuron)

Unit terkecil penyusun sistem saraf adalah sel saraf atau bisa juga disebut neuron. Sel saraf adalah sebuah sel yang berfungsi untuk menghantarkan impuls (rangsangan). Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas tiga bagian utama yang berupa badan sel saraf, dendrit, dan akson. Berikut adalah gambar dan bagian-bagian struktur sel saraf (neuron) beserta penjelasannya:
  1. Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
  2. Badan Sel adalah bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma.
  3. Nukleus adalah inti sel saraf yang berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf (neuron).
  4. Neurit (Akson) adalah tonjolan sitoplasma yang panjang (lebih panjang daripada dendrit), berfungsi untuk menjalarkan impuls saraf meninggalkan badan sel saraf ke neuron atau jaringan lainnya. Jumlah akson biasanya hanya satu pada setiap neuron.
  5. Selubung Mielin adalah sebuah selaput yang banyak mengandung lemak yang berfungsi untuk melindungi akson dari kerusakan. Selubung mielin bersegmen-segmen. Lekukan di antara dua segmen disebut nodus ranvier.
  6. Sel Schwann adalah jaringan yang membantu menyediakan makanan untuk neurit (akson) dan membantu regenerasi neurit (akson).
  7. Nodus ranvier berfungsi untuk mempercepat transmisi impuls saraf. Adanya nodus ranvier tersebut memungkinkan saraf meloncat dari satu nodus ke nodus yang lain, sehingga impuls lebih cepat sampai pada tujuan.
  8. Sinapsis adalah pertemuan antara ujung neurit (akson) di sel saraf satu dan ujung dendrit di sel saraf lainnya. Pada setiap sinapsis terdapat celah sinapsis. Pada bagian ujung akson terdapat kantong yang disebut bulbus akson. Kantong tersebut berisi zat kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter dapat berupa asetilkolin dan kolinesterase yang berfungsi dalam penyampaian impuls saraf pada sinapsis.
Sel-sel saraf (neuron) bergabung membentuk jaringan saraf. Ujung dendrit dan ujung akson lah yang menghubungkan sel saraf satu dan sel saraf lainnya. Menurut fungsinya, ada tiga jenis sel saraf yaitu:
  1. Sel saraf sensorik adalah sel saraf yang mempunyai fungsi menerima rangsang yang datang kepada tubuh atau panca indra, dirubah menjadi impuls (rangsangan) saraf, dan meneruskannya ke otak. Badan sel saraf ini bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan dendritnya panjang.
  2. Sel saraf motorik adalah sel saraf yang mempunyai fungsi untuk membawa impuls saraf dari pusat saraf (otak) dan sumsum tulang belakang menuju otot. Sel saraf ini mempunyai dendrit yang pendek dan akson yang panjang.
  3. Sel saraf penghubung adalah sel saraf yang banyak terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang. Neuron (sel saraf) tersebut berfungsi untuk menghubungkan atau meneruskan impuls (rangsangan) dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik.

1.2. Sel Glial

Sel Glial berfungsi diantaranya untuk memberi nutrisi pada sel saraf. Macam-macam neuroglia diantaranya adalah astrosit, oligodendrosit, mikroglia, dan makroglia.

2. Sistem Saraf Pusat

Pusat saraf berfungsi memegang kendali dan pengaturan terhadap kerja jaringan saraf hingga ke sel saraf. Sistem saraf pusat terdiri atas otak besar, otak kecil, sumsum lanjutan (medula oblongata), dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Otak terletak di dalam tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang terletak di dalam ruas-ruas tulang belakang.
Tiga materi esensial yang ada pada bagian sumsum tulang belakang serta otak antara lain, yaitu:
  1. Substansi grissea atau bagian materi kelabu yang terbentuk dari badan sel.
  2. Substansi alba atau bagian materi putih yang terbentuk dari serabut saraf.
  3. Jaringan ikat atau sel-sel neuroglia yang ada di dalam system saraf pusat tepatnya di antara sel-sel saraf yang ada.
Selain itu, pada sistem saraf pusat terdapat juga Jembatan varol yang tersusun atas serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang. Jembatan varol berfungsi menghantarkan rangsang dari kedua bagian serebelum.

2.1. Otak Besar

Otak besar wujudnya kenyal, lunak, ada banyak lipatan, serta berminyak. Otak besar dikelilingi oleh cairan serebrospinal yang berfungsi memberi makan otak dan melindungi otak dari guncangan. Di dalam otak besar terdapat banyak pembuluh darah yang berfungsi memasok oksigen ke otak besar.
Bila otak besar pada laki-laki beratnya kira-kira 1,6 kg sedangkan bagi perempuan berat otak besar yang di miliki kira-kira adalah 1,45 kg. Jadi otak laki-laki yang lebih berat dikarenakan ukurannya yang juga lebih besar di bandingkan dengan otak wanita. Namun kecerdasan yang dimiliki masing-masing orang baik laki-laki maupun perempuan tidak tergantung dengan berat otak yang mereka miliki. Tapi yang mengukur dan menentukn tingkat kecerdasan yang ada pada otak yaitu yang jumlah hubungan antar saraf satu dengan lainnya itu dalam jumlah banyak.

2.2. Otak Kecil

Otak Kecil terletak di bagian belakang kepala dan dekat leher. Fungsi utama otak kecil adalah sebagai pusat koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Jika terjadi rangsangan yang membahayakan, gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. Otak kecil merupakan pusat keseimbangan. Apabila terjadi gangguan (kerusakan) pada otak kecil maka semua gerakan otot tidak dapat dikoordinasikan.

2.3. Sumsum Lanjutan

Sumsum lanjutan (sumsum sambung) atau medula oblongata terletak di persambungan antara otak dengan tulang belakang. Fungsi sumsum lanjutan adalah untuk mengatur suhu tubuh, kendali muntah, pengatur beberapa gerak refleks (seperti batuk, bersin, dan berkedip), dan pusat pernapasan. Selain itu, sumsum lanjutan berperan untuk mengantarkan impuls yang datang menuju otak. Sumsum sambung pun mempengaruhi refleks fisiologi, seperti jantung, tekanan darah, volume, respirasi, pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.

2.4. Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang atau medula spinalis berada di dalam tulang belakang. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapisan, yaitu lapisan luar yang berwarna putih dan lapisan dalam yang berwarna kelabu. Sumsum tulang belakang dilindungi oleh tulang belakang atau tulang punggung yang keras. Tulang punggung terdiri dari 33 ruas. Fungsi utamanya adalah sebagai pusat gerak refleks.
Di dalam sumsum tulang belakang, terdapat saraf sensorik, motorik, dan saraf penghubung. Fungsi saraf-saraf tersebut adalah sebagai pengantar impuls dari otak dan ke otak.
Sumsum tulang belakang memiliki fungsi penting dalam tubuh. Fungsi tersebut antara lain menghubungkan impuls dari saraf sensorik ke otak dan sebaliknya, menghubungkan impuls dari otak ke saraf motorik; memungkinkan menjadi jalur terpendek pada gerak refleks.
Skema gerak biasa adalah: impuls (rangsangan) > saraf sensorik > otak > saraf motorik > otot > gerakan
Skema gerak refleks adalah: impuls (rangsangan) > saraf sensorik > sumsum tulang belakang > saraf motorik > otot > gerak refleks

5. Penyakit Pada Sistem Saraf

Penyakit dan kelainan sistem saraf adalah penyakit atau kelainan yang mempengaruhi fungsi sistem saraf pada manusia. Penyakit dan kelainan dapat terjadi dan menyerang pusat saraf, yaitu otak dan sumsum tulang belakang, atau sel-sel saraf pada jaringan saraf. Karena otak adalah pusat kendali dari semua aktivitas sadar kita – berpikir, berkemauan, mengingat, dan sebagainya – maka penyakit dan kelainan pada otak dapat menyebabkan perubahan dan gangguan yang dirasakan seluruh tubuh.
Penyakit dan kelainan otak dapat menyebabkan kekacauan pikir dan emosi, gangguan fungsi organ tubuh, kelainan psikologis, dan sebagainya. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang khususnya menyerang otak. Baik batang otak maupun kulit otak dan otak kecil.

5.1. Encephalitis

Encephalitis (Yunani: encekphalos (otak) dan itis (peradangan)) adalah peradangan otak. Peradangan otak ini dapat melibatkan pula struktur terkait lainnya. encephalomyelitis adalah peradangan otak dan sumsum tulang belakang, dan meningoencephalitis adalah peradangan otak dan “meninges” (membran yang menutupi otak). Penyebab encephalitis paling sering adalah karena infeksi mikroorganisme atau zat-zat kimia seperti timbal, arsen, merkuri (air raksa), dll.

5.2. Stroke

Kelayuan tiba-tiba otak akibat dari berkurangnya secara drastis aliran darah ke suatu bagian otak atau akibat pendarahan dalam otak. Keadaan ini berdampak antara lain kelumpuhan sementara atau menetap pada satu atau kedua sisi tubuh, kesulitan berkata-kata atau makan, dan lenyapnya koordinasi otot. Merokok, kolestrol tinggi, diabetes, penuaan, dan kelainan turunan adalah faktor utama penyebab stroke.

5.3. Alzheimer

Penyakit alzheimer ditandai oleh kerusakan sel saraf dan sambungan saraf di kulit otak dan kehilangan massa otak yang cukup besar. Gejala khas pertama yang muncul adalah pikun. Ketika makin buruk, kehilangan ingatan si penderita juga makin parah. Keterampilan bahasa, olah pikir, dan gerak turun drastis. Emosi jiwa dan suasana hati jadi labil. Penderita cenderung rentan dan lebih peka terhadap stres. Mudah terombang-ambing antara marah, cemas, atau tertekan. Pada tahap lebih lanjut, penderita kehilangan responsibilitas dan mobilitas serta kontrol terhadap fungsi tubuh.

5.4. Gegar Otak

Kehilangan sementara fungsi otak yang disebabkan oleh luka relatif ringan pada otak dan tak selalu berkaitan dengan ketidaksadaran. Orang yang kena gegar otak mungkin tak ingat apa yang terjadi sesaat sebelum atau setelah luka. Gejala gegar otak antara lain cadel berbicara, kebingunan berat, koordinasi otot terganggu, sakit kepala, pusing, dan mual.

5.5. Epilepsi

Epilepsi adalah kelainan kronik yang dicirikan oleh serangan mendadak dan berulang-ulang yang disebabkan oleh impils berlebihan sel-sel saraf dalam otak. Serangan dapat berupa sawan, hilang kesadaran beberapa saat, gerak atau sensasi aneh bagian tubuh, tingkah laku aneh, dan gangguan emosional. Serangan epilepsi umumnya berlangsung hanya 1-2 menit. Kemudian diikuti oleh kelemahan, kebingungan, atau kekurangtanggapan.

5.6. Narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan tidur yang ditandai dengan serangan tidur tiba-tiba dan tak terkendali di siang hari, dengan gangguan tidur di malam hari. Penderita bisa mendadak tertidur di mana saja dan kapan saja bahkan saat berdiri atau berjalan. Tidur berlangsung beberapa detik atau menit dan bahkan lebih dari sejam.

5.7. Afasia

Afasia adalah kerusakan dalam pengungkapan dan kepahaman bahasa yang disebabkan oleh kerusakan lobus frontal dan temporal otak. Afasia bisa disebabkan oleh luka kepala, tumor, stroke, atau infeksi.

5.8. Dementia

Kemunduran kapasitas intelektual – yang kronis dan biasanya kian memburuk – yang berkaitan dengan kehilangan sel saraf secara meluas dan penyusutan jaringan otak. Dementia paling biasa terjadi di kalangan lansia meskipun dementia ini dapat menyerang segala usia. Kondisi dementia dimulai dengan hilangnya ingatan, yang mula-mula tampak sebagai ketidakingatan atau kelupaan sederhana. Ketika memburuk, lingkup kehilangan ingatan meluas hingga penderita tak lagi ingat akan keterampilan, sosial, dan hidup yang paling dasar sekalipun.

Sistem Ekskresi Pada Manusia

Eksresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat gas. Zat-zat sisa zat sisa itu berupa urine(ginjal), keringat(kulit), empedu(hati), dan CO2(paru-paru). Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan akan mengganggu bahkan meracuni tubuh. Selain ekskresi, ada juga defekasi dan sekresi.Defekasi adalah pengeluaran zat sisa hasil proses pencernaan berupa feses(tinja) melalui anus. Sedangkan sekresi adalah pengeluaran oleh sel dan kelenjar yang berupa getah dan masih digunakan oleh tubuh untuk proses lainnya seperti enzim dan hormon.

Adapun organ-organ ekskresi pada manusia diantaranya.

1. Ginjal

Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di rongga perut sebelah kanan dan kiri ruas tulang belakang. Letak ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan. Itu karena di atas ginjal sebelah kanan terdapat hati yang berukuran besar. Bentuk ginjal seperti biji kacang berwarna merah keunguan dengan panjang sekitar 10 cm dan berat sekitar 200 gram. Ginjal dibungkus oleh semacam selaput tipis yang disebut ‘kapsul’.

Fungsi ginjal:

  • Menyaring zat-zat sisa metabolisme dari dalam darah yang dikeluarkan dalam bentuk urin.
  • Mempertahankan dan mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
  • Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur konsentrasi garam dalam tubuh.
  • Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dengan cara mengeluarkan kelebihan asam atau basa melalui urin.
  • Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme seperti urea, kreatinin, dan amonia melalui urine.

Bagian-bagian ginjal:

  1. Korteks(kulit ginjal), terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi. Badan malphigi tersusun atas glomerulus yang diselubungi kapsula Bowman dan tubulus(saluran) yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
  2. Medula(sumsum ginjal), terdiri atas beberapa badan berbentuk kerucut(piramida). Di sini terdapat lengkung henle yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.
  3. Rongga ginjal(pelvis), merupakan tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin sementara yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.

Proses pembentukan urine dalam bentuk skema:

Darah dari aorta menuju glomerulus(filtrasi atau penyaringan) protein tetap berada di pembuluh darah dan terbentuk urin primer yang mengandung air, garam, asam amino, glukosa dan urea >>>tubulus kontortus proksimal(reabsorpsi atau penyerapan kembali) menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Terbentuk urin sekunder yang mengandung urea >>> tubulus kontortus distal(augmentasi atau pengeluaran zat) melepaskan zat-zat yang tidak berguna atau berlebihan ke dalam urin dan terbentuk urin sebenarnya >>> tubulus kolektivus >>> rongga ginjal >>> ureter >>>kandung kemih >>>uretra >>> urine keluar tubuh.

Jadi, pembentukan urine dibagi menjadi 3 tahap, yaitu filtrasi(penyaringan), reabsorpsi(penyerapan kembali), dan augmentasi(pengeluaran zat).

Zat-zat yang terkandung dalam urin:

  • Air. Kurang lebih 95%.
  • Urea, asam urat, dan amonia dan merupakan sisa pembongkaran protein.
  • Empedu yang memberikan warna kuning pada urine.
  • Garam.
  • Zat yang bersifat racun atau berlebihan lainnya.

Faktor yang memengaruhi jumlah urine yang keluar:

  1. Jumlah air yang diminum.
  2. Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari darah agar osmosisnya seimbang.
  3. Pengaruh hormon antidiuretik(ADH) atau hormon vasopresin. Yaitu hormon yang mengatur kadar air dalam darah.
  4. Iklim/musim/cuaca. Ketika musim hujan(dingin) produksi urin berlebihan, ketika musim kemarau(panas) produksi urin berkurang.
  5. Stimulus atau saraf.

Gangguan dan kelainan pada ginjal:

1. Uremia tertimbunnya urea dalam darah sehingga mengakibatkan keracunan.
2. Albuminuria urine mengandung albumin(protein) yang disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.
3. Diabetes insipidus penyakit kekurangan hormon vasopresin atau hormon antidiuretik(ADH) yang mengakibatkan hilangnya kemampuan mereabsorpsi cairan. Akibatnya, penderita bisa mengeluarkan urine berlimpah mencapai 20 liter.
4. Diabetes melitus terdapat glukosa dalam urine. Terjadi karena menurunnya hormon insulin yang dihasilkan pankreas.
5. Nefritis gangguan pada ginjal karena infeksi bakteri streptococcus sehingga protein masuk ke dalam urine.
6. Batu ginjal adanya endapan garam kalsium di dalam kantong kemih
7. Gagal ginjal ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga harus dibantu dengan cuci darah atau cangkok ginjal.
8. Hematuria urin mengandung darah karena adanya kerusakan pada glomerulus.

2. Kulit

Kulit merupakan salah satu alat ekskresi. Karena kulit mengeluarkan keringat. Keringat keluar melalui pori-pori kulit. Keringat mengandung air dan garam-garam mineral.

Fungsi kulit:

  • Alat pengeluaran(ekskresi) dalam bentuk keringat.
  • Pelindung tubuh dari gangguan fisik(sinar, tekanan, dan suhu), gangguan biologis(jamur), dan gangguan kimiawi.
  • Mengatur suhu badan.
  • Tempat pemberntukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.
  • Tempat menyimpan kelebihan lemak.
  • Sebagai indra peraba.

Bagian-bagian kulit:

1. Epidermis(lapisan kulit ari)

Merupakan bagian terluar yang sangat tipis. Bagian ini terdiri dari dua lapisan, yaitu:
a. Lapisan tanduk/stratum korneum

  • Lapisan paling luar dan tersusun dari sel yang telah mati.
  • Mudah terkelupas.
  • Tidak memiliki pembuluh darah dan syaraf sehingga tidak terasa sakit dan tidak mengeluarkan darah bila lapisan ini mengelupas.

b. Lapisan malpighi

  • Tersusun dari sel-sel hidup.
  • Terdapat pigmen yang memberikan warna kulit dan melindungi dari sinar matahari.
  • Terdapat ujung syaraf.

2. Dermis(lapisan kulit jangat)

Lapisan dermis lebih tebal dibandingkan lapisan epidermis. Di lapisan ini terdapat bagian-bagian berikut:

  • Pembuluh darah untuk mengangkut zat-zat makanan ke rambut.
  • Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit.
  • Ujung syaraf. Yang terdiri dari korpuskulus pacini(reseptor tekanan), korpuskulus meissner’s(reseptor raba/sentuhan), korpuskulus ruffini(reseptor panas), reseptor rasa nyeri, dan korpuskulus krause(reseptor dingin).
  • Kelenjar minyak. Menghasilkan minyak yang berfungsi untuk meminyaki rambut dan kulit agar tidak kering.
  • Kantong rambut merupakan tempat tertanamnya akar rambut.

3. Jaringan bawah kulit(subkutaneus)

Pada jaringan ini terdapat lemak yang berfungsi menahan panas tubuh dan melindungi tubuh bagian dalam dari benturan.

  1. Peningkatan aktifitas tubuh
  2. peningkatan suhu lingkungan
  3. guncangan emosi
  4. syaraf

Gangguan pada kulit

  1. Jerawat merupakan gangguan pada kelenjar minyak yang umumnya dialami oleh anak remaja.
  2. Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit karena tungau(Sarcoptes scabies).
  3. Pruvitus kutanea merupakan penyakit kulit dengan gejala timbul rasa gatal yang dipicu oleh iritasi saraf sensorik perifer.
  4. Eksim atau alergi merupakan penyakit kulit karena infeksi atau iritasi bahan luar yang termakan atau menyentuh kulit.
  5. Gangren adalah kelainan pada kulit yang disebabkan oleh matinya sel-sel jaringan tubuh. Ini disebabkan oleh suplai darah yang buruk di bagian tertentu salah satunya akibat penekanan pada pembuluh darah tertentu(seperti balutan yang terlalu ketat).

3. Paru-Paru

Paru-paru juga merupakan salah satu alat ekskresi. Karena paru-paru mengeluarkan gas CO2 dan uap air.

Fungsi paru-paru:

Paru-paru berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya penjaga keseimbangan asam basa tubuh. bila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh.

Gangguan pada paru-paru:

  • Asma atau sesak nafas. Disebabkan alergi terhadap benda-benda asing yang masuk hidung.
  • Kanker paru-paru. Disebabkan oleh kebiasaan merokok atau terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi yang memengaruhi pertukaran das di paru-paru.
  • Emfisema adalah penyakit pembengkakan alveolus yang menyebabkan saluran pernafasan menyempit.

4. Hati

Hati merupakan salah satu alat ekskresi karena hati mengeluarkan urea dan amonia ke luar tubuh. Hati terletak di rongga perut bagian kanan di bawah diafragma. Hati berwarna merah tua kecoklatan dengan berat sekitar 2 kg.

Fungsi hati:

  •  Menyimpan glikogen(gula otot) yang merupakan hasil pengubahan dari glukosa karena hormon insulin.
  • Menetralkan racun.
  • Membentuk protrombin(untuk pembekuan darah).
  • Tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A.
  • Tempat pembentukan urea dan amonia yang berasal dari pemecahan protein yang rusak yang selanjutnya dikeluarkan dari tubuh melalui urin.
  • Tempat pembentukan sel darah merah pada janin.
  • Sebagai organ ekskresi yang bertugas merombak eritrosit(sel darah merah).